SBSN PTKIN
Online Services
Pengunjung
18117497
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1958
3538
20524
18070227
73279
228220
18117497
Your IP: 3.80.4.76
Tanggal : 20-09-2019 12:15:08
Kamis, 02 April 2015 10:57

(Tulungagung) Selama ini, banyak peneliti khususnya antropolog yang mencoba menyatakan bahwa Islam dan Jawa adalah dua budaya yang saling bertentangan dan berkompetisi. Beberapa fakta sejarah menunjukkan konflik antara keduanya. Hal itu menjadi tantangan akulturasi antara Islam dan Jawa. Demikian disampaikan Akhol Firdaus, Direktur Institut Transvaluasi untuk Pengembangan Filsafat dan Agama, pada Ceramah Ilmiah dan Kebudayaan, Selasa (31/3) malam. Diskusi yang diselenggarakan oleh Institut Transvaluasi ini mengundang Dr. Teguh, M.Ag. untuk mempresentasikan disertasinya “Moral Islam dalam Lakon Bima Suci” dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan civitas academica IAIN Tulungagung.

Menjawab tantangan di atas, Dr. Teguh, M.Ag. justru menegaskan bahwa terdapat nilai moral keislaman yang sangat kaya ditemukan dalam Ajaran Jawa, khususnya pewayangan. Salah satunya adalah cerita tentang Bima Suci, kisah yang digubah oleh Walisongo dari Lakon Nawa Ruci India. Kisah tersebut dikenal dengan Lakon Dewa Ruci pada masa Kerajaan Demak, dan kemudian berkembang menjadi Lakon Bima Suci pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Islam. Bima disimbolkan sebagai salah satu rukun Islam, yakni menjalankan shalat lima waktu sebagai tiang utama agama Islam. Adapun pertemuaan Bima dengan Dewa Ruci, adalah simbol dari ittihad, yang oleh Ibnu ‘Arabi dijelaskan sebagai kondisi dimana manusia mampu sampai pada Tuhannya dengan cara menjalankan Syariat Tuhan.

 
Selasa, 31 Maret 2015 13:12

(Tulungagung) Tahun 2015 ini IAIN Tulungagung kembali akan mengirim mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Thailand. Berkaitan dengan hal itu sejak Kamis hingga Selasa, 26- 31 Maret 2015 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melakukan seleksi bagi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti KKN-PPL Terpadu di Thailand.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M IAIN Tulungagung, Moh. Arif, M.Pd. mengatakan bahwa tahun ini ada 60 pendaftar yang mengikuti seleksi tersebut. Rinciannya 46 orang dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FATIK), 5 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan 9 orang dari Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD).

 
Jumat, 27 Maret 2015 10:54

(Tulungagung) Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum (FASIH) IAIN Tulungagung menjadi tuan rumah acara Forum Mahasiswa Hukum Islam Indonesia (FORMAHII). Acara yang dikemas dalam bentuk Seminar dan Silaturrahim tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Maret 2015 di Aula IAIN Tulungagung dan dihadiri peserta yang merupakan perwakilan dari PTAIN dan PTAIS yang memiliki jurusan Hukum Islam di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga FASIH IAIN Tulungagung, Hasyim Asy’ari, bahwa kegiatan ini merupakan acara silaturrahim ke-3 stelah sebelumnya dilaksanakan di STAIN Jember yang menghasilkan kesepakatan pembentukan organisasi. Dan silaturrahim ke-2 dilaksanakan di STAIN Kediri yang menhasilkan pembentukan nama organisasi yaitu FORMAHII dan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Sedangkan silaturrahim yang ke-3 di IAIN Tulungagung adalah merupakan yang pertama setelah terbentuknya organisasi. Adapun tema yang diambil dalam silaturrahim di IAIN Tulungagung ini adalah “Prospek dan Tantangan Lulusan Sarjana Syari’ah Sekarang dan Yang Akan Datang”.

 

Page 90 of 116

<< Start < Prev 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 Next > End >>
Hubungi Kami

Jl.Mayor sujadi timur No 46 Tulungagung
0355 - 321513

0355 - 321656

info[at]iain-tulungagung.ac.id