Jumat, 28 September 2018 12:06
Print

Tulungagung – Tantangan zaman yang terus meningkat seiring meluasnya globalisasi memiliki sisi negatif yang cukup besar, di samping tentunya sisi positif yang dapat dirasakan. Dampak negatif yang sering terdengar di sekitar kita, khususnya wilayah selatan Jawa Timur, adalah meningkatnya angka penggunaan narkoba, perilaku seks bebas pada kelompok remaja, pelecehan seksual, kriminalitas di bawah umur, tindakan asusila, dan tingkat perilaku bunuh diri yang tinggi. Paparan masalah yang semakin membelit bangsa kita ini memantik para Psikolog dan ilmuwan psikologi untuk lebih melihat secara seksama permasalahan yang tengah terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut diajukan oleh Bapak Imron Muzzaki, M.Psi, seorang Psikolog sekaligus Ketua Himpsi Wilayah Kediri Raya. Beliau mengajak seluruh psikolog yang berada di wilayah Kediri Raya, yang meliputi wilayah kota dan kabupaten Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Blitar, dan Trenggalek, untuk memberikan konseling terhadap masayarakat dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia,  yang jatuh pada tanggal 10 Oktober nanti. Oleh karena itu, pada hari Selasa (25/09/2018) bertempat di Kampus Dakwah dan Peradaban IAIN Tulungagung, Jurusan Psikologi Islam yang diketuai oleh Hj. Uswah Wardiana, M.Psi., bekerja sama dengan organisasi profesi Himpsi Kediri Wilayah Kediri Raya menyelenggarakan rapat kerja HIMPSI dan persiapan event Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Rapat kerja  HIMPSI Wilayah Kediri Raya yang dibuka oleh Rektor IAIN Tulungagung, Dr Maftukhin, M.Ag, memutuskan untuk menunjuk koordinir Bidang V Germino Wahyu Broto, M.Si., yakni bidang Pengabdian Masyarakat, menjadi ketua panitia acara roadshow konseling masyarakat dan talkshow 4 kota, meliputi kabupaten Tulungagung, kota Kediri, kota Blitar, dan kabupaten Trenggalek. Di samping acara roadshow tersebut, tepat pada tanggal 10 Oktober 2018 nanti akan dihselenggarakan puncak peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia  dengan event workshop yang bertemakan bunuh diri (suicide), yang merupakan salah satu problematika besar di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.

Selain mendiskusikan rencana acara peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia tersebut, Rapat HIMPSI juga membicarakan program-program dari para Koordinator bidang I s.d bidang VI. Masing-masing koordinator menyampaikan program-program yang akan digagas pada masa periode jabatan mereka. Pada dasarnya Rapat HIMPSI ini merupakan kelanjutan dari sesi acara Pelantikan pengurus HIMPSI sebelumnya yang dilaksanakan di IAIN Kediri. Pada Rapat HIMPSI di IAIN Kediri tersebut telah dilantik 20 Pengurus HIMPSI untuk periode jabatan 2018 s.d 2022. HIMPSI wilayah Kediri Raya ini merupakan anak cabang dari HIMPSI Jawa Timur yang berpusat di UNAIR Surabaya. Total Anggota yang ada di HIMPSI Kediri Raya sekitar 50 orang. Di samping 2 agenda tersebut, rapat kerja HIMPSI juga diisi dengan pemaraparan hasil Kongres HIMPSI di Bandung beberapa waktu lalu.

Di akhir acara Bapak Ketua berharap sekali bahwa para psikolog dan ilmuwan psikologi di wilayah Kediri Raya akan semakin solid dalam mengembangkan internal Organisasi baru ini maupun kiprah eksternal di masyarakat. Beliau juga berharap bahwa para psikolog dan ilmuwan psikologi yang belum mendaftarkan di Kediri Raya sebagai anggota HIMPSI Kediri Rata dapat bergabung bersama HIMPSI Raya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara psikologis. (pi for humas)