Workshop Manajemen OJS untuk Kemajuan Jurnal IAIN Tulungagung

Rabu, 17 Oktober 2018 17:42
Print

Tulungagung - Naimul Mizan menghaturkan rasa terimakasihnya kepada Lembaga Penelitian dan Penelitian kepada Masyarakat (LP2M) selaku penyelenggara, karena sudah diberi kesempatan untuk ikut dalam Workshop Manajemen Open Journal System (OJS). Sebagai pendatang baru pengelola Jurnal Al-Ahkam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) sistem OJS masih asing baginya. Mizan mengatakan, “Terimakasih banyak LP2M sudah diberi kesempatan mengikuti workshop ini (Workshop Manajemen OJS, red). Saya yang masih baru sangat butuh workshop semacam ini.”

Workshop Manajemen OJS sendiri adalah bagian dari program kerja Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Tulungagung. Di era OJS yang mengharuskan setiap perguruan tinggi di Indonesia membuka akses karya ilmiah kepada publik, secara manajemen sumber daya manusia yang bertugas mengelola, harus siap untuk urusan skill dan pengetahuan. Maka dari itu, 40 stakeholder yang berasal dari pengelola 10 jurnal yang ada di IAIN harus digembleng dalam workshop kali ini agar sepenuhnya menguasai OJS.

Workshop Manajemen OJS dilaksanakan mulai Senin siang (15/10) hingga Selasa siang (16/10). Bertempat di Hotel Crown Victoria Hotel, acara pembukaan dimulai pukul 13.30 WIB pada hari Seninnya. Acara pembukaan dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag. Tidak ketinggalan Wakil Rektor Bidang Akademik & Pengembangan Lembaga Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. H. M. Saifudin Zuhri, M.Ag juga turut hadir dalam pembukaan.

Workshop sendiri dibagi dalam 5 sesi dengan 4 materi utama, yakni; Pengenalan OJS: Urgensi dan Masa Depan Pengelolaan Jurnal, Teknik Perbaikan Tampilan OJS dan Penambahan Fitur, Bisnis Proses Submisi Artikel, dan Teknik Melakukan Submisi ke Jurnal Bereputasi. Pemateri workshop adalah Dr. Umar Fauzan, M.Pd., Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi IAIN Samarinda yang mahir dengan dunia OJS sejak tahun 2015. Lewat tangan dinginnya, Jurnal Dinamikan Ilmu yang digawanginya tercatat menjadi jurnal Perguruan Tinggi Islam negeri pertama di Indonesia yang terindeks SINTA 2.

Dalam penyampaian materinya, Umar Fauzan mengatakan, “Syarat jurnal yang baik hari ini, tidak bisa tidak ya jurnal yang terindeks SINTA.” SINTA sendiri akronim dariScience and Technology Index yang merupakan portal milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mengukur kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi iptek untuk mendorong budaya publikasi ilmiah.

Satu pernyataan Umar Fauzan yang membuat hati para peserta membuncah bahwa sebenarnya tidak sulit untuk jurnal terindeks SINTA, katanya, “Sebenarnya tidak sulit untuk jurnal-jurnal IAIN Tulungagung minimal menembus SINTA 4.” Lanjutnya, “Dua kunci penilaian jurnal ada pada manajemen dan konten. Digarap salah satu saja biar tidak terlalu berat. Tapi kalau bisa kedua-duanya lebih baik.” Semoga selepas workshop ini, SDM pengelola jurnal makin berkualitas dan imbasnya pada kemajuan jurnal-jurnal yang ada di IAIN Tulungagung.

Satu pesan penting Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin, tidak hanya untuk pengelola jurnal-jurnal IAIN Tulungagung tapi juga untuk para akademisi, katanya, “Bila…menulis di jurnal hanya bersifat teknis administratif di hadapan rezim Scopus, maka kampus segera menjadi menara gading kembali.” (lp2m for humas)