FEBI IAIN Tulungagung Laksanakan Peresmian Galeri Investasi Syariah

Kamis, 27 Juni 2019 08:55
Print

Tulungagung – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung laksanakan peresmian Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia pada Rabu (26/06/2019) di Gedung KH Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Dikatakan oleh Dekan FEBI, Dede Nurrohman, bahwa adanya GIS tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara FEBI IAIN Tulungagung dengan Otoritas Jasa Keuangan RI dan PT Indopremier Sekuritas. Tujuannya adalah memberikan fasilitas laboratorium bagi mahasiswa IAIN Tulungagung, terutama jurusan Manajemen Keuangan Syariah (MKS) untuk mengembangkan keterampilan dalam soal keuangan.

“Dan kita sepakat, bahwa kemampuan para alumni MKS itu nantinya adalah kemampuan untuk bisa mengelola pasar saham,” kata Dede.

Harapannya, masih menurut Dede, alumni MKS dari IAIN Tulungagung nantinya bisa mendapatkan kesempatan untuk menempati pos-pos strategis di perusahaan-perusahaan sekuritas.

Bisa juga nanti bekerja di Bursa Efek. Maka dari itu, dia berharap dengan kehadiran GIS tersebut betul-betul bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa guna mendapatkan konsultasi dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi.

“Mudah-mudahan dengan adanya GIS ini juga bisa menjadikan titik episentrum bagi berkembangnya komunitas-komunitas pasar modal baik itu dari dosen, mahasiswa maupun masyarakat secara umum di wilayah Tulungagung. Karena dengan semakin banyaknya komunitas yang terbentuk maka akan semakin menggerakkan sektor industri keuangan di Indonesia sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.” terang Dede.

Kepala Kantor Regional 4 Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, Deddy Herlambang dalam sambutannya sebelum peresmian menyampaikan terimakasih kepada IAIN Tulungagung dan PT Indopremier Sekuritas yang telah merencanakan terbentuknya GIS. Menurutnya pasar modal tidak akan berkembang tanpa adanya kerjasama maupun sinergi di semua sektor baik itu lingkungan kampus, pelaku pasar modal dan otoritas jasa keuangan.

“Kita tahu jumlah investor pasar modal tentunya tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 900 ribuan. Dan di Jawa Timur ada 116 ribu atau 7,2 persen. Ini adalah angka yang sangat kecil dibandingkan sektor perbankan.”, kata Deddy.

Maka dari itu, sangat diharapkan GIS yang ada di IAIN Tulungagung ini dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kontribusi dalam mendorong bertambahnya pelaku investasi di wilayah Tulungagung.

Sementara itu, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif kepada semua pihak akan terjalinnya kerjasama sehingga terbentuknya GIS di IAIN Tulungagung. Harapannya adalah dengan keberadaan GIS maka mahasiswa IAIN Tulungagung dapat betul-betul meningkatkan wawasan dan kemampuan dalam hal berinvestasi. Namun demikian rektor juga berpesan, untuk berhati-hati dalam melakukan  investasi, karena terkadang ada penawaran berinvestasi namun ternyata tidak ada barangnya.

“Mahasiswa IAIN Tulungagung, terutama mahasiswa MKS seharusnya bisa belajar melakukan investasi. Tidak harus banyak-banyak, namun setidaknya bisa memberikan pengalaman dalam hal berinvestasi,” kata Rektor.

Setelah sambutan dari Rektor, acarapun dilanjutkan dengan Seminar Pasar Modal Syariah yang mengambil tema “Perkembangan Pasar Modal Syariat di Era Revolusi Industri 4.0. Adapun hadir sebagai narasumber Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 Bursa Efek Indonesia, Nur Harjanti dan Head of Marketing Area 2 Retail Devision Indopremiere Sekuritas, Adhe Citra Widiatmoko.

Setelah usai seminar, baru pelaksanaan peresmian GIS dilaksanakan dengan ditandai pemotongan pita oleh Rektor IAIN Tulungagung didampingi perwakilan dari OJK dan PT Indopremiere Sekuritas. Selain itu, juga dilaksanakan penandatanganan nota kerjasama antara ketiga belah pihak tersebut. Tampak hadir dalam acara tersebut segenap pejabat di IAIN Tulungagung dan beberapa pejabat dari instansi pemerintah dan swasta serta beberapa perwakilan perguruan tinggi yang ada di eks-Karesidenan Kediri.(humas/sin)