Senin, 28 September 2020 13:25
Print

Tulungagung – Hari ini, Senin (28/09/2020) Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dibuka oleh Rektor IAIN Tulungagung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana para mahasiswa baru datang ke kampus, karena adanya pandemi Covid-19 terpaksa dilaksanakan dengan secara virtual dari tempat tinggal mahasiswa masing-masing sehingga disebut Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Virtual dari Tempat Tinggal (PBAK VDTT) IAIN Tulungagung Tahun 2020. Adapun pembukaan PBAK disiarkan melalu channel youtube televisi kampus SATU Televisi.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Tulungagung, Doni Yusuf Bagaskara dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru IAIN Tulungagung di kampus IAIN Tulungagung.

“Selamat datang di kampus pergerakan, selamat datang di kampus yang di mana pemikirannya akan menginspirasi Indonesia,” katanya berapi-api.


Selain itu, Doni, sapaan akrab Ketua DEMA IAIN Tulungagung ini, juga melaporkan bahwa peserta PBAK VDTT Tahun 2020 ini diikuti kurang lebih 5245 mahasiswa baru. Di mana mereka terdiri atas mahasiswa baru dari jalur SPAN-PTKIN, UM-PTKIN dan SPMB Mandiri Tahun 2020.

Dalam sambutannya, Doni juga mengingatkan kepada para mahasiswa baru bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang terbaik. Generasi bangsa yang diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan. Sementara masih banyak dari tetangga dan juga teman SMA yang tidak memiliki kesempatan sebagaimana yang dimiliki oleh para mahsiswa baru.

“Maka dari itu kesempatan emas ini kalian manfaatkan, kalian benar-benar optimalkan bukan hanya dengan duduk di kampus sebagai seorang mahasiswa, tapi juga aktif dalam kuliah, juga aktif dalam organisasi. Karena pengalaman diri dan juga relasi akan membawa kalian keluar dari kampus sebagai seorang sarjana itu akan lebih bermanfaat daripada hanya mengandalkan gelar sarjana,” kata Doni.

Sementara itu, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam sambutannya menuturkan sejarah IAIN Tulungagung sejak didirikan dengan nama Sekolah Persiapan IAI Singoleksono pada tahun 1966 hingga menjadi IAIN Tulungagung pada tahun 2013. Saat ini IAIN Tulungagung sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di antara 59 PTKIN di lingkungan Kementerian Agama RI sedang dalam proses alih status menjadu Universitas Islam Negeri.

Sebagai perguruan tinggi, IAIN Tulungagung memiliki visi yang sangat sederhana, yakni terbentuknya masyarakat akademik yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, berakhlak karimah, berbudaya dan berjiwa Islam rahmatan lil ’alamin. Karena itu seluruh mahasiswa dan civitas akademika tentu memiliki prinsip-prinsip dasar tersebut. Maka seluruh komponen memiliki sikap moderasi dalam beragama.

Masih menurut Rektor, dalam perkembangannya IAIN Tulungagung ini kemudian muncul dari yang dulu sebagai Fakultas Cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya yang hanya memiliki dua atau tiga program studi, kini sudah memilik 34 program sarjana, 12 program magister dan 2 program doktoral. Jumlah mahasiswanya pun juga bertambah banyak, dari yang dulunya tidak sampai seribu orang kini sudah mencapai kurang lebih dua puluh ribu mahasiswa.

“Kepercayaan publik juga terus bertambah kepada IAIN Tulungagung. Dilihat dari grafik jumlah peminatnya yang terus meningkat di mana tahun ini ada 38.547 pendaftar,” kata Rektor.

Di bagian lain, Rektor juga mengatakan bahwa kuliah di IAIN Tulungagung bisa mendapatkan berbagai fasilitas termasuk beasiswa, yakni Beasiswa Bidikmisi yang mulai tahun ini oleh pemerintah diganti dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an, Tahfidz Hadis, Beasiswa Mitra, Beasiswa Prestasi serta Beasiswa Kajian Keislaman. Bahkan IAIN Tulungagung menjadi satu-satunya PTKIN yang membebaskan biaya kuliah untuk para mahasiswa yatim, piatu atau yatim piatu selama empat tahun.

Dengan demikian, masih menurut Rektor, IAIN Tulungagung menjadi kampus rakyat, kampus yang murah tapi tidak murahan. IAIN Tulungagung tetap menjaga kualitas yang baik. Dan ke depan Insya’ Allah IAIN Tulungagung terus berkembang dan terus mengalami kejayaan.

“Dan kita di sini, saudara-saudara sekalian, di Tulungagung lah tempat nanti saudara-saudara mahasiswa baru ditempa, dibina kemudian dibimbing untuk menjadi orang-orang hebat. Bisa menjadi apa saja, menjadi profesi yang bermacam-macam. Setelah lulus S-1 nanti ingin jadi apa saja dipersilahkan, yang penting menjadi orang-orang yang bermanfaat,” kata Rektor.

Sebelum mengakhiri sambuatannya Rektor juga mengucapkan selamat bergabung kepada mahasiswa baru IAIN Tulungagung. Rektor meminta supaya para mahasiswa baru betul-betul memanfaatkan kesempatan belajar di IAIN Tulungagung dan selalu mensyukurinya dengan cara belajar tekun serta meingkatkan kualitas diri

“Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari pandemi ini. Dan semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa kuliah sebagaimana biasa secara normal. Selamat datang di IAIN Tulungagung, selamat ber-PBAK dan semoga sukses,” pungkas Rektor.

Selain sambutan dari Rektor, pembukaan juga diisi dengan pemutaran video sambutan dari Direktur Pendidikan Keagamaan Islam Kemenag RI, Suyitno; Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Mohammad Ali Ramdhani serta Menteri Agama RI, Fachrul Razi.(sin)