Berduka, Seorang Wisudawan Bawa Foto Ibunya yang Belum Lama Meninggal

Sabtu, 14 November 2020 13:42
Print

Tulungagung – Sisi unik selalu mewarnai pelaksanaan Wisuda ke-27 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung yang digelar dengan cara drive thru, mulai dari yang mengendarai sepeda onthel, mobil lawas, dokar dan lainnya. Namun tak hanya itu, suasana duka dan haru pun sempat mewarnai pelaksanaan wisuda tersebut, pasalnya di hari keempat atau terakhir pada Sabtu (14/11/2020) salah seorang peserta wisuda bernama Ahmad Cholil dari program studi Manajemen Pendidikan Islam membawa foto ibunya yang belum genap empat puluh hari meninggal.

 

Saat ditemui sebelum prosesi wisuda, Ahmad Cholil mengaku bahwa dia sengaja membawa foto ibunya karena sebelum meninggal rencananya akan mendampingi dia untuk diwisuda.

 

“Ini sebagai simbolik, bahwa ibu saya masih ikut mendampingi saya saat diwisuda,” katanya denga raut wajah yang masih menampakkan duka.

 

Ketika salah seorang karyawan IAIN Tulungagung mengambil gambarnya dan mengupload di media sosial, hal tersebut pun menuai simpati dari beberapa karyawan IAIN Tulungagung dan beberapa netizen. Dari pantauan redaksi, tampak di antaranya ada yang menjadikan foto tersebut sebagai status WhatsApp dengan caption yang bernada motivasi agar kelak dia menuai sukses. Dari salah seorang sumber terpercaya mengatakan bahwa Ahmad Cholil saat jadi mahasiswa adalah salah seorang yang rajin. Dia pernah menjabat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan MPI. Dia juga merupakan wisudawan dengan Indeks Prestasi Komulatif terbaik di jurusan MPI.

 

 

 

 

Sementara itu, hal unik masih juga menghiasi Wisuda ke-27 pada hari keempat atau tahap terakhir pelaksanaan wisuda drive thru pertama IAIN Tulungagung ini. Tampak seorang peserta wisuda naik mesin pembajak tanah. Peserta wisuda yang bernama Ahmad Misbachul Munir ini mengaku bahwa dengan sengaja dia mengendarai mesin pembajak tanah tersebut supaya tampil unik. Dan dia juga mengaku jika mesin pembajak tersebut milik sendiri atau bukan meminjam atau menyewa.

 

Tak hanya itu saja, peserta wisudawan pada hari terakhir ini lebih beragam keunikannya. Ada yang mengendari sepeda onthel dengan dibonceng bapaknya yang berdandan polisi, ada yang mengendarai becak hias, ada yang mengendari kendaraan diesel roda tiga, membawa rombongan pesilat sebuah perguruan tinggi.

 

Selain tampil unik, beberapa wisudawan tampak tak mau kalah dengan kata-kata lucu yang dipasang panitia di sepanjang jalur wisuda, mereka membawa tulisan dengan pesan-pesan menggelitik. Di antaranya bertuliskan “Maaf ya nak, kali ini papa wisuda sendiri. Mama kamu belum ada”. Ada juga beberapa pesan menggelitik lainnya yang mengundang senyum pembayacanya.(sin)