Selasa, 17 Februari 2015 13:43
Print

(Tulungagung) “Membaca bisa mengguncang otak kita, namun membaca dengan disertai menulis bisa mengguncang dunia”, itulah ungkapan yang mungkin populer di beberapa kalangan penulis. Maka dari itu tidaklah berlebihan bila hari ini, 17 Februari 2015 Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ-HES) untuk menyelenggarakan acara bedah buku berjudul “The Power of Writing” karya Dr. Ngainun Na’im, M.H.I., salah satu dosen IAIN Tulungagung yang produktif dalam menulis artikel dan buku.

Dengan pembanding Dr. Kutbudin Aibak, M.H.I yang juga dosen di IAIN Tulungagung, berupaya untuk mengupas dan mengulas habis tentang buku terbitan Lentera Kreasindo Yogyakarta 2015 tersebut.

Dalam pembukaan acara, Wakil Rektor III IAIN Tulungagung, Dr. Nur Efendi, M.Ag. dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasai kegiatan tersebut. Pasalnya lingkungan kampus yang notabene adalah untuk mencetak akademisi, haruslah memiliki budaya menulis yang tinggi. Sehingga bisa tersampaikan setiap ide dan pemikiran mahasiswa sebagai kaum intelektual dalam kontribusinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

“Terkadang kita memang menganggap menulis itu sulit, tapi dari kegiatan ini kita harus banyak belajar bahwa menulis itu penting, apapun yang ditulis, namun ketika kebiasaan menulis itu menjadi sesuatu yang konsisten maka bukan tidak mungkin kita akan bisa menghasilkan karya tulis yang baik dan diakui sebagaimana Pak Ngainun Naim”, ujar Wakil Rektor III.

Sementara itu, senada dengan Wakil Rektor III, Wakil Dekan III FASIH, H. M. Darin Arif Mu’allifin, SH. M.Hum yang juga memberikan sambutan dalam acara tersebut menyatakan, bahwa acara tersebut merupakan sebuah awal dari geliat sivitas akademika untuk mengembangkan budaya menulis di kalangan mahasiswa. Adapun kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya “Fasih Mengaji” yang diselenggarakan seminggu sekali di kampus IAIN Tulungagung.

“Selanjutnya dari hasil diskusi tersebut akan ditulis dan dimuat dalam bulletin “Al-Qisth”. Sehingga apa yang didiskusikan tersebut tidak selesai dalam forum saja, tapi juga untuk mendorong mahasiswa untuk gemar menulis serta memberikan warna dalam perkembangan intelektual di kampus IAIN Tulungagung”, harap Wakil Dekan III FASIH.

Sekilas mengenai Buku “The Power of Writing”, Ngainun Na’im selaku pengarang buku menyatakan, bahwa dengan dalam buku tersebut dia hendak mengungkapkan hal-hal yang menarik dalam menulis.

“Prinsip dasar saat akan menulis buku tentang menulis ini adalah manfaat. Ya, saya berharap hal sederhana yang saya tulis di buku ini bisa memberikan semangat kepada para pembaca untuk juga menulis. Gerakan menulis harus terus disuarakan supaya kita tidak hanya sibuk berdebat secara lisan. Potensi kita ada, tetapi hambatan dan tantangannya tidak kalah besar.”, papar Ngainun Naim.

Menurut Ngainun Naim, penulisan buku tersebut juga dilatar belakangi karena seringnya muncul pertanyaan terkait menulis dalam media sosial yang dimilikinya, terutama di Facebook. Dengan motivasi tersebut akhirnya dia mulai berpikir untuk menyusun sebuah buku sederhana yang merangkum sebagian besar pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Kemudian tulisan tersebut disusun secara pelan-pelan tanpa target tertentu. Dan alhamdulillah, sekarang sudah masuk proses terbit.

Adapun acara bedah buku yang diikuti oleh ratusan mahasiswa tersebut berlangsung menarik. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diluncurkan oleh mahasiswa. Terutama mengenai bagaimana teknik menulis yang baik hingga bagaimana bisa mendapatkan inspirasi yang bisa untuk ditulis.