Senin, 04 Desember 2017 11:51
Print

Tulungagung – Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Pendis Kemenag RI), Kamaruddin Amin menghimbau kepada seluruh PTKIN terutama IAIN Tulungagung untuk bekerja keras dalam meningkatkan kualitasnya. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi tata kelola keuangan badan layanan umum di IAIN Tulungagung pada Sabtu Siang (02/12/2017) di Aula Lantai 3 Rektorat IAIN Tulungagung.

“Saat ini kita harus berorientasi pada kualitas. Kita tidak usah membayangkan PTKIN masuk 500 besar dunia karena sebenarnya itu masih sangat utopis. Apalagi melihat UGM sebesar itu ternyata belum masuk. Di Indonesia hanya ada UI dan IPB yang bisa masuk,” kata Kamaruddin Amin.

Meskipun demikian, PTKIN tetap harus melakukan upaya-upaya meningkatkan kualitas dengan melakukan internasionalisasi kampus, Misalnya dalam hal kurikulum, PTKIN harus menyediakan buku teks yang berstandar internasional. Apa yang dikaji di Timur Tengah, Amerika maupun Eropa harus dikaji oleh mahasiswa PTKIN.

Menurut Kamaruddin, dalam rangka internasionalisasi kampus, PTKIN tidak boleh membatasi diri pada buku-buku standard. Ketersediaan literatur berkapasitas internasional harus diberikan. Kitab apa saja yang menjadi standar di umul quro' juga harus bisa dibaca di sini.

“Kita tidak boleh membiarkan mahasiswa kita kuper. Tidak boleh terpaku pada standar literatur yang ada, tapi harus dilakukan pengayaan wacana,” kata Kamaruddin.

Dirjen Pendis juga mengatakan, selain soal kurikulum, kualitas dan kuantitas tenaga akademik juga perlu ditingkatkan. Apalagi negara kita ini cukup berpotensi untuk menghargai akademisi, demikian juga negara-negara dari luar juga menghargai para akademisi kita untuk melakukan riset. Dan itu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para akademisi yang ada.

“Kita saat ini sering kali membuat karya tulis atau ilmiah hanya karena urusan domestik. Sehingga pasca kita mencapai doktor atau profesor maka dianggap selesai. Hal tersebut menjadikan tidak banyak dari kita yang produktif untuk berkarya. Maka dari itu untuk perkembangan PTKIN lebih baik sebaiknya kita merubah sudut pandang itu. Supaya aktualisasi kita secara akademik pun bisa menjadi lebih nampak, dan tentu akan berimbas terhadap kualitas masing-masing”, pungkas Dirjen Pendis. (humas)

Add comment

Security code
Refresh