Senin, 02 Juli 2018 15:50
Print

Tulungagung - Minggu (01/07/2018) malam, Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung menggelar Haflah Akhiris Sanah Kubro untuk menngakhiri program madin mahasantri Mal-Jami’ah. Haflah yang diikuti kurang lebih 4000 santri tersebut sedikit berbeda dengan umumnya haflah akhiris sanah yang di gelar di bulan Rajab, haflah ini dilaksanakan di bulan Syawal yang justru menjadi bulan dimulainya pembelajaran di ma’had salaf pada umumnya. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kalender aktif akademik karena keberadaan Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian dari kampus.

Hadir dalam kesempatan ini Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin, Wakil Rektor I, Abd. Azis, M.Pd.I, Wakil Rektor III, Abad Badruzaman, serta Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung, KH Teguh. Hadir pula segenap murabbi, Mudir Ma’had al-jami’ah se-PTKIN Indonesia, dan segenap pejabat di lingkup IAIN Tulungagung.

Dalam sambutannya, Mudir Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung, KH Teguh, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak utamanya Rektor IAIN Tulungagung beserta seluruh jajaran pimpinan yag senantiasa memberikan dukungan penuh bagi perkembangan dan kemajuan ma’had al-jami’ah.

“Atas prakarsa bapak rektor, IAIN Tulungaguang menjadi satu-satunya ma’had al-jami’ah di seluruh PTKIN yang telah menyelenggarakan program pembinaan santri non mukim melalui program madin yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa di lingkup IAIN Tulungagung.”, kata pria asal Magelang, Jawa Tengah tersebut.

Sementara itu pimpinan Mudir se-PTKIN Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh wakil pimpinan mudir se-PTKIN, KH Harun Arasyid menyampaikan penghargaan dan kekagumannya atas capaian yang telah dicapai Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung. Beliau menyatakan bahwa madin IAIN Tulungagung merupakan cikal bakal pengembangan ma’had al-jami’ah yang patut dijadikan sebagai contoh bagi kampus Islam lain.

“Mohon ijin bapak rektor program pengembangan ma’had di IAIN ini, akan kami adopsi dan kami berlakukan di kampus kami UIN Medan.” Katanya dengan tegas.

 Selain itu dia juga merasa kagum atas capaian IAIN Tulungagung yang mampu mengerahkan mahasiswa dalam jumlah yang begitu banyak luar biasa seperti saat ini. Dikatakan juga dengan gaya khas Medannya, bahwa hanya IAIN Tulungagung-lah yang mampu menjinakkan mahasiswa dalam jumlah yang banyak seperti ini.

Sementara itu Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin, dalam sambutannya menyampaikan terkait dengan pengembangan Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung. Dia juga mengatakan bahwa program madin ini juga merupakan satu bentuk upaya yang nyata untuk membentengi mahasiswa dari pengaruh-pengaruh aqidah radikal yang saat ini marak di berbagai tempat di Indonesia.

Selain itu seluruh pimpinan IAIN Tulungagung ingin untuk mencetak lulusan yang tidak hanya pandai dalam ilmu dunia, tetapi juga ilmu agama. “Kuliah di IAIN Tulungagung ini, tidak hanyatafaqquh fi ulum al-dunya, tetapi juga tafaqquh fi ulum al-din,” terangnya.

Karena itu, masih menurut Maftukhi, ke depan tidak ada lagi out put IAIN Tulungagung yang tidak mengenal baca tulis al-Qur’an. Minimal out put IAIN Tulungagung bisa baca tulis al-Qur’an, bahkan ke depan IAIN Tulungagung akan mencetak sarjana ilmu-ilmu umum dan eksakta yang juga ahli dalam bidang agama.

Sebagai puncak acara adalah mau’idlat al-hasanah yang disampaikan oleh KH Muhsin Ghazali, pengasuh Pondok Pesantren Bolu Tulungagung. Salah satu kyai sepuh di Tulungagung ini juga banyak memberikan wejangan kepada mahasantri agar senantiasa terus bersungguh-sungguh dalam belajaranya. Membuka wawasan pikirannya sehingga tidak memiliki pandangan yang sempit dan mudah menyalahkan yang lain.

“Anda semua ke depan harus mampu menjadi seorang yang bijak, mampu menjadi pengayom bagi masyarakat, sehingga mampu mengajak orang lain ke jalan yang benar dengan cara yang ramah dan bijak”, tambahnya.

Selain itu, Kyai Muhsin juga mewanti-wanti, supaya ilmu yang mereka dapat selama ini tidak hanya disimpan saja, melainkan sebisa mungkin harus diamalkan dan dimanfaatkan.

Acara haflah ditutup dengan do’a yang diimami oleh Wakil Rektor III, Abad Badruzaman. Adapun acara tersebut usai sekira pukul 23.15 WIB.(wikan for humas)